Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja
DOI:
https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1844Keywords:
Kesehatan Reproduksi Remaja, Literasi Kesehatan, Edukasi Interaktif, Kesetaraan Gender, SGDsAbstract
Literasi kesehatan reproduksi remaja merupakan komponen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan remaja memahami perubahan biologis, psikososial, serta mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Namun demikian, di banyak lingkungan sekolah, topik kesehatan reproduksi masih dipengaruhi oleh mitos, norma tabu, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi secara ilmiah. Kondisi ini berpotensi memperkuat miskonsepsi, ketimpangan pengetahuan berbasis gender, serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai risiko kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi yang holistik, ilmiah, dan interaktif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan sasaran 60 siswa sekolah menengah pertama. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi interaktif yang mencakup pemahaman dasar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kesehatan pubertas dan menstruasi, penguatan konsep kesehatan reproduksi yang setara gender, serta pelurusan mitos kesehatan reproduksi berbasis bukti ilmiah. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pra–pasca dengan pre-test dan post-test masing- masing terdiri atas 10 soal pilihan ganda yang mencakup domain materi sepadan. Hasil evaluasi dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan kategori tingkat pemahaman. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman siswa secara umum berada pada kategori rendah–sedang, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pubertas, menstruasi, dan persepsi peran gender dalam kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan edukasi, terjadi pergeseran kecenderungan tingkat pemahaman menjadi sedang–tinggi, disertai peningkatan kemampuan siswa dalam membedakan mitos dan fakta kesehatan reproduksi serta meningkatnya sikap saling menghormati antara siswa laki-laki dan perempuan. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang secara holistik dan interaktif tidak hanya berpotensi meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan kesenjangan gender dalam akses pengetahuan kesehatan. Dengan demikian, program ini relevan sebagai strategi penguatan peran sekolah dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 5 secara berkelanjutan.
Downloads
References
Advocates for Youth. (2021). The case for comprehensive sex education. Washington, DC: Advocates for Youth.
Bearinger, L. H., Sieving, R. E., Ferguson, J., & Sharma, V. (2020). Global perspectives on the sexual and reproductive health of adolescents. The Lancet, 396(10250), 535–544. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30577-8
Blakemore, S. J. (2020). Adolescence and the brain: Changes in neural circuits and implications for emotional regulation. Nature Reviews Neuroscience, 21(2), 81–92. https://doi.org/10.1038/s41583-019-0242-5
Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Youth Risk Behavior Surveillance — United States. Atlanta: CDC.
Chandra-Mouli, V., Plesons, M., Barua, A., Lang, I., & Silva, M. (2021). Adolescent sexual and reproductive health programs: What works and what does not. BMJ Global Health, 6(3), e004453. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2020-004453
Guttmacher Institute. (2022). Adolescent sexual and reproductive health in low- and middle-income countries. New York: Guttmacher Institute.
Hall, K. S., Moreau, C., & Trussell, J. (2021). Trends in reproductive health service use among adolescent girls in the United States. Journal of Adolescent Health, 58(5), 619–627. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.10.004
Kirby, D. B., Laris, B. A., & Rolleri, L. A. (2020). Sex and HIV education programs: Their impact on sexual behaviors of young people. Journal of Adolescent Health, 67(4), 443–451. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.05.036
Patton, G. C., Sawyer, S. M., Santelli, J. S., Ross, D. A., Afifi, R., Allen, N. B., & Bonell, C. (2020). Our future: A Lancet Commission on adolescent health and wellbeing. The Lancet, 387(10036), 2423–2478. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30577-8
Santelli, J. S., Kantor, L. M., Grilo, S. A., Speizer, I. S., Lindberg, L. D., Heitel, J., & Ott, M. A. (2021). Abstinence-only-until-marriage policies and programs and their impact on adolescent sexual health. Journal of Adolescent Health, 68(2), 273–280. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.09.033
UNESCO. (2021). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
UNICEF. (2021). Comprehensive sexuality education: Evidence and practice. New York: United Nations Children’s Fund.
United Nations. (2021). The sustainable development goals report 2021. New York: United Nations.
World Health Organization. (2020). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation. Geneva: World Health Organization.
World Health Organization. (2022). Adolescent sexual and reproductive health: Evidence-based guidance. Geneva: World Health Organization.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dini Aulia Cahya, Endang Sri Wahjuni, Hafshah Yasmina Abidah , Devi Purnamasari Sasongko, Yenny Meilany Sugianto, Anggie Sasmita Kharisma Putri, Abqariyatuzzahra Munasib

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




