Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Authors

  • Dini Aulia Cahya Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya
  • Endang Sri Wahjuni Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya
  • Hafshah Yasmina Abidah Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya
  • Devi Purnamasari Sasongko Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya
  • Yenny Meilany Sugianto Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya
  • Anggie Sasmita Kharisma Putri Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya
  • Abqariyatuzzahra Munasib Prodi S1 Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1844

Keywords:

Kesehatan Reproduksi Remaja, Literasi Kesehatan, Edukasi Interaktif, Kesetaraan Gender, SGDs

Abstract

Literasi kesehatan reproduksi remaja merupakan komponen penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kemampuan remaja memahami perubahan biologis, psikososial, serta mengambil keputusan yang aman dan bertanggung jawab. Namun demikian, di banyak lingkungan sekolah, topik kesehatan reproduksi masih dipengaruhi oleh mitos, norma tabu, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tervalidasi secara ilmiah. Kondisi ini berpotensi memperkuat miskonsepsi, ketimpangan pengetahuan berbasis gender, serta meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai risiko kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendekatan edukasi yang holistik, ilmiah, dan interaktif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 5 (Gender Equality). Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025 dengan sasaran 60 siswa sekolah menengah pertama. Intervensi dilakukan melalui sesi edukasi interaktif yang mencakup pemahaman dasar anatomi dan fisiologi sistem reproduksi, kesehatan pubertas dan menstruasi, penguatan konsep kesehatan reproduksi yang setara gender, serta pelurusan mitos kesehatan reproduksi berbasis bukti ilmiah. Evaluasi kegiatan menggunakan desain pra–pasca dengan pre-test dan post-test masing- masing terdiri atas 10 soal pilihan ganda yang mencakup domain materi sepadan. Hasil evaluasi dianalisis dan disajikan secara deskriptif menggunakan kategori tingkat pemahaman. Sebelum intervensi, tingkat pemahaman siswa secara umum berada pada kategori rendah–sedang, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan pubertas, menstruasi, dan persepsi peran gender dalam kesehatan reproduksi. Setelah kegiatan edukasi, terjadi pergeseran kecenderungan tingkat pemahaman menjadi sedang–tinggi, disertai peningkatan kemampuan siswa dalam membedakan mitos dan fakta kesehatan reproduksi serta meningkatnya sikap saling menghormati antara siswa laki-laki dan perempuan. Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang dirancang secara holistik dan interaktif tidak hanya berpotensi meningkatkan literasi kesehatan remaja, tetapi juga berkontribusi pada upaya pengurangan kesenjangan gender dalam akses pengetahuan kesehatan. Dengan demikian, program ini relevan sebagai strategi penguatan peran sekolah dalam mendukung pencapaian SDG 3 dan SDG 5 secara berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Advocates for Youth. (2021). The case for comprehensive sex education. Washington, DC: Advocates for Youth.

Bearinger, L. H., Sieving, R. E., Ferguson, J., & Sharma, V. (2020). Global perspectives on the sexual and reproductive health of adolescents. The Lancet, 396(10250), 535–544. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30577-8

Blakemore, S. J. (2020). Adolescence and the brain: Changes in neural circuits and implications for emotional regulation. Nature Reviews Neuroscience, 21(2), 81–92. https://doi.org/10.1038/s41583-019-0242-5

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Youth Risk Behavior Surveillance — United States. Atlanta: CDC.

Chandra-Mouli, V., Plesons, M., Barua, A., Lang, I., & Silva, M. (2021). Adolescent sexual and reproductive health programs: What works and what does not. BMJ Global Health, 6(3), e004453. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2020-004453

Guttmacher Institute. (2022). Adolescent sexual and reproductive health in low- and middle-income countries. New York: Guttmacher Institute.

Hall, K. S., Moreau, C., & Trussell, J. (2021). Trends in reproductive health service use among adolescent girls in the United States. Journal of Adolescent Health, 58(5), 619–627. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.10.004

Kirby, D. B., Laris, B. A., & Rolleri, L. A. (2020). Sex and HIV education programs: Their impact on sexual behaviors of young people. Journal of Adolescent Health, 67(4), 443–451. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.05.036

Patton, G. C., Sawyer, S. M., Santelli, J. S., Ross, D. A., Afifi, R., Allen, N. B., & Bonell, C. (2020). Our future: A Lancet Commission on adolescent health and wellbeing. The Lancet, 387(10036), 2423–2478. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30577-8

Santelli, J. S., Kantor, L. M., Grilo, S. A., Speizer, I. S., Lindberg, L. D., Heitel, J., & Ott, M. A. (2021). Abstinence-only-until-marriage policies and programs and their impact on adolescent sexual health. Journal of Adolescent Health, 68(2), 273–280. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2020.09.033

UNESCO. (2021). International technical guidance on sexuality education: An evidence-informed approach. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

UNICEF. (2021). Comprehensive sexuality education: Evidence and practice. New York: United Nations Children’s Fund.

United Nations. (2021). The sustainable development goals report 2021. New York: United Nations.

World Health Organization. (2020). Global accelerated action for the health of adolescents (AA-HA!): Guidance to support country implementation. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization. (2022). Adolescent sexual and reproductive health: Evidence-based guidance. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

12/26/2025

How to Cite

Cahya, D. A., Wahjuni, E. S., Abidah , H. Y., Sasongko, D. P., Sugianto, Y. M., Putri, A. S. K., & Munasib, A. (2025). Edukasi Interaktif untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Journal of Community Development, 6(2), 1041–1050. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1844

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.