Strategi Peningkatan Regulasi Emosi Peserta Didik melalui Metode Experiential Learning di SD Negeri 20 Tanjung Lago

Authors

  • Sawi Sujarwo Universitas Bina Darma
  • Rizka Yuniarsa Universitas Bina Darma

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1847

Keywords:

Regulasi Emosi, Pembelajaran Berbasis Pengalaman, Siswa Sekolah Dasar

Abstract

Regulasi emosi adalah kemampuan individu untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaan agar tidak mengganggu aktivitas belajar maupun interaksi sosial. Pada siswa sekolah dasar, keterampilan ini sangat penting karena berpengaruh terhadap fokus, kesiapan belajar, serta hubungan dengan teman sebaya dan guru. Observasi awal di SD Negeri 20 Tanjung Lago menunjukkan bahwa sebagian siswa mudah tersulut emosi, sulit menenangkan diri, dan kurang mampu mengekspresikan perasaan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan regulasi emosi melalui metode experiential learning. Metode yang digunakan berupa edukasi berbasis pengalaman dengan tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Aktivitas meliputi penyampaian materi emosi, penayangan video, kegiatan mewarnai, serta permainan bertema emosi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dan VI berusia 10–12 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali emosi, mengekspresikan perasaan secara tepat, serta menggunakan strategi sederhana untuk menenangkan diri. Kesimpulannya, experiential learning efektif mendukung regulasi emosi sekaligus memperkuat keterampilan sosial dan kesiapan belajar siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, O. D., Nasution, N., Gunansyah, G., & Mariana, N. (2024). Implementasi social emotional learning dalam pembelajaran sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 5(2), 110–121.

Annisa, A. (2023). Pelatihan regulasi emosi: Mengembangkan intervensi untuk meningkatkan regulasi emosi pada anak. TIN: Terapan Informatika Nusantara, 4(3), 198–202.

Denham, S. A. (2019). Handbook of emotional development (Vol. 84, No. 1, pp. 361–374).

Dewi, K., & Sulastri, F. (2022). Psikoedukasi regulasi emosi pada siswa sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Pendidikan, 3(1), 45–53.

Fitria, D. P. (2021). Model experiential learning pada pembelajaran IPS di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(2), 215–219.

Fitriana, F., Mustika, D., & Hidayah, N. (2024). Pembelajaran berbasis pengalaman dan psikoedukasi dalam meningkatkan regulasi emosi siswa sekolah dasar. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 13(1), 45–58.

Fitriana, R. A., Mustika, I., & Hidayah, N. (2024). Psikoedukasi untuk meningkatkan regulasi emosi siswa sekolah dasar. JIKMC: Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia, 3(6), 169–174.

Gross, J. J. (2014). Handbook of emotion (2nd ed.). New York, NY: Guilford Press.

Idrus, I. A., & Damayanti, E. (2020). Pengembangan kecerdasan emosional peserta didik di sekolah dasar melalui pendidikan karakter. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(1).

Kolb, D. A., & Kolb, A. Y. (2021). Experiential learning theory: A dynamic, holistic approach to management learning, education and development. Journal of Management, Spirituality & Religion, 18(1), 1–21.

LeBlanc, L. A., Gillis, J. M., & Hebert, M. (2020). Emotion regulation training for children: A review of intervention approaches. Journal of Child and Family Studies, 29(5), 1345–1356.

Mahmud. (2022). Strategi pengendalian emosi pada anak usia sekolah dasar untuk mendukung kecerdasannya. Jurnal Ummatan Wasathan.

Mappiare, A. T. (2003). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional.

Nofianti, R., & Andini, N. R. (2024). Kesiapan sekolah anak dalam perspektif psikologi. Serasi Media Teknologi.

Rachmayani, D., Yusainy, C., & Zahro, E. B. (2021). Psikoedukasi strategi regulasi emosi pada anak usia dini dan sekolah dasar. Jurnal Psikologi Perkembangan, 9(2), 87–98.

Rubiani, A., & Sembiring, S. M. (2018). Perbedaan regulasi emosi pada remaja ditinjau dari faktor usia di Sekolah Yayasan Pendidikan Islam Swasta Amir Hamzah Medan. Jurnal Diversita, 4(2), 99–108.

Safitri, S. (2023). Penerapan experiential learning dalam pengembangan kompetensi sosial emosional peserta didik sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 14(1), 23–34.

Salerni, N., & Messetti, G. (2025). Emotion regulation, peer acceptance and emotional–behavioral problems in school-aged children. Children, 12(2), 159.

Stifter, C., & Agustinus, M. (2019). Buku pegangan perkembangan emosional (Vol. 84, No. 1, pp. 361–374).

Sunarto, & Hartono, A. (2006). Perkembangan peserta didik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Wang, Y., Li, H., Sang, B., & Zhao, Q. (2023). Emotion regulation as a mediator on the relationship between emotional awareness and depression in elementary school students. Frontiers in Psychology, 14, 1187423.

Downloads

Published

01/02/2026

How to Cite

Sujarwo, S., & Yuniarsa, R. (2026). Strategi Peningkatan Regulasi Emosi Peserta Didik melalui Metode Experiential Learning di SD Negeri 20 Tanjung Lago. Journal of Community Development, 6(2), 1100–1109. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1847

Similar Articles

<< < 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.