Peran Advokasi FORLIKA sebagai Mediator Jaringan Multi-stakeholder dalam Implementasi SDGs 8, 14, dan 17 di Sigending, Teluk Sulaiman

Authors

  • Mega Krisnawati Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Khoirul Amin Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Mohammad Dziqie Aulia Al Farauqi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1864

Keywords:

Advokasi, Ekowisata Berbasis Komunitas, SDGs, Stakeholder, Forlika, Sigending

Abstract

Kawasan wisata Sigending Teluk Sulaiman menghadapi paradoks pembangunan. Pertumbuhan pariwisata mempercepat degradasi ekosistem laut dan belum memberi manfaat optimal bagi masyarakat lokal akibat lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran advokasi Forlika sebagai mediator jaringan multi pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi SDGs 8, 14, dan 17 di kawasan ekowisata Sigending Teluk Sulaiman. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil observasi menunjukkan bahwa kolaborasi antar pemangku kepentingan masih bersifat terbatas dan transaksional. Forlika berperan sebagai mediator melalui strategi advokasi enabling, networking, framing, dan representasi kepentingan komunitas. Enabling dilakukan melalui fasilitasi penerapan SK Bupati yang memberi legal standing pengelolaan kawasan lindung seluas 1.461,85 ha. Networking diwujudkan melalui kolaborasi vertikal dan horizontal dengan pemerintah serta lembaga donor. Framing dilakukan dengan menerjemahkan isu konservasi ke dalam pendekatan ekonomi berbasis realitas lokal. Representasi diwujudkan dengan memperjuangkan kepentingan komunitas pesisir. Intervensi konkret meliputi penanaman 250.000 pohon mangrove, pemberdayaan ekonomi produktif bagi 75 persen kelompok perempuan, pelatihan keterampilan pariwisata, dan pembentukan patroli kawasan berbasis masyarakat. Forlika berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi mata pencaharian, konservasi ekosistem pesisir melalui penetapan zona lindung dan rehabilitasi mangrove, serta penguatan kemitraan multi pemangku kepentingan. Namun, keberlanjutan model ini terhambat oleh ketiadaan forum koordinasi yang terlembaga, ketergantungan pada pendanaan eksternal, dan keterbatasan data kuantitatif. Menegaskan perlunya penguatan koordinasi, diversifikasi pendanaan, sistem pemantauan berbasis data, dan manajemen daya dukung kawasan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ashley, C., & Roe, D. (2002). Making tourism work for the poor: Strategies and challenges in Southern Africa. Development Southern Africa, 19, 61–82.

Azizah, P., Hilmi, M. I., Fajarwati, L., & Jember, U. N. (2023). DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dalam pemberdayaan masyarakat pesisir.

Ferdianto, J. (2024). Penelitian dengan pendekatan ekowisata destinasi Sigending di Teluk Sulaiman Kecamatan Biduk Biduk Kabupaten Berau Kalimantan Timur. Berau, Kalimantan Timur.

Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman Publishing.

Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-based tourism development model and community participation. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7, 1–27.

Hariyadi, B. R., Rokhman, A., Rosyadi, S., Yamin, M., & Runtiko, A. G. (2024). The role of community-based tourism in sustainable tourism village in Indonesia. Revista de Gestao Social e Ambiental, 18(7).

Inter-Agency and Expert Group on SDG Indicators. (2017). Global indicator framework for the sustainable development goals and targets. United Nations.

Jamal, T. B., & Getz, D. (1995). Collaboration theory and community tourism planning. Annals of Tourism Research, 22, 186–204.

Ife, J., & Tesoriero, F. (2008). Community development: Alternatif pengembangan masyarakat di era globalisasi. Pustaka Pelajar.

Keck, M. E., & Sikkink, K. (1998). Activists beyond borders: Advocacy networks in international politics. Cornell University Press.

Mitchell, R. K., Agle, B. R., & Wood, D. J. (1997). Toward a theory of stakeholder identification and salience: Defining the principle of who and what really counts. The Academy of Management Review, 22(4), 853–886.

Müller, S., Markova, J., & Ponnapureddy, S. (2020). Community-based ecotourism development and destination governance in Cambodia. In Tourism and development in Southeast Asia (pp. 182–196). Routledge.

Patel, Z., Satterthwaite, D., Dodman, D., Hallegatte, S., Neumayer, E., Pelling, M., & Waugh, C. (2020). Local responses to global sustainability agendas: Learning from experimenting with the urban sustainable development goal in Cape Town. Sustainability Science, 15(5), 1337–1354.

Pemerintah Kabupaten Berau. (2016). Surat Keputusan Bupati Berau Nomor 474 Tahun 2016 tentang Penetapan Kawasan Lindung dan Ekowisata Mangrove Sigending. Tanjung Redep, Kabupaten Berau.

Pollnac, R. C., Pomeroy, C. J., Drew, T. E., & F. G. E. T. M. (2010). Marine reserves as linked social-ecological systems. Proceedings of the National Academy of Sciences, 107(43).

Reed, M. G., & Curzon, R. (2015). Stakeholder engagement in environmental management. In A. P. J. & B. A. Morrison-Saunders (Eds.), Stakeholder engagement for sustainable development (pp. 185–203). Edward Elgar Publishing.

Salman, A., Jaafar, M., Mohamad, D., Ebekozien, A., & Rasul, T. (2024). The multi-stakeholder role in Asian sustainable ecotourism: A systematic review. PSU Research Review, 8(3), 940–958.

Scheyvens, R. (2002). Tourism for development: Empowering communities. Pearson Education Limited.

Tampubolon, N., & Wulandari, C. (2021). The importance of community-based ecotourism sustainability and its supports to the SDGs: Goals number 8 and 17, 4.

Timothy, D. J. (2002). Tourism and political boundaries. Routledge.

Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21, 613–633.

United Nations. (2015). Transforming our world: The 2030 agenda for sustainable development. United Nations.

United Nations Development Programme. (2020). Partnerships for the sustainable development goals: A legacy review towards realizing the 2030 agenda. United Nations.

Weaver, D. B. (2006). Sustainable tourism: Theory and practice. Elsevier Butterworth-Heinemann.

Yamin, M., Darmawan, A., & Rosyadi, S. (2021). Analysis of Indonesian tourism potential through the sustainable tourism perspective in the new normal era, 10(1)

Downloads

Published

12/30/2025

How to Cite

Krisnawati, M., Amin, K., & Al Farauqi, M. (2025). Peran Advokasi FORLIKA sebagai Mediator Jaringan Multi-stakeholder dalam Implementasi SDGs 8, 14, dan 17 di Sigending, Teluk Sulaiman. Journal of Community Development, 6(2), 1188–1203. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1864

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 7 8 9 10 11 12 

You may also start an advanced similarity search for this article.