Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas

Authors

  • Muhamad Nur Universitas Sriwijaya
  • Beta Susanto Barus Universitas Sriwijaya
  • Fitri Agustriani Universitas Sriwijaya
  • Gusti Diansyah Universitas Sriwijaya
  • Anna Ida Sunaryo Purwiyanto Universitas Sriwijaya
  • Ellis Nurjuliasti Ningsih Universitas Sriwijaya
  • Amanda Astri Pratiwi Febrianti Universitas Sriwijaya
  • Risnita Tri Utami Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1886

Keywords:

education, literacy, environment, coastal areas, science

Abstract

 

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi sumber daya laut yang besar dan strategis, sehingga memerlukan sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki pemahaman memadai tentang sistem kelautan. Oseanografi dan instrumentasi kelautan berperan penting dalam memahami dinamika laut, pemantauan kualitas perairan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan. Namun, pemahaman dan minat generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah atas (SMA), terhadap bidang tersebut masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk persepsi positif, serta menumbuhkan minat siswa terhadap oseanografi dan instrumentasi kelautan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 di SMA Nurul Yakin Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan FMIPA Universitas Sriwijaya. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui presentasi dan diskusi interaktif, demonstrasi alat kelautan sederhana, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Evaluasi difokuskan pada tiga dimensi, yaitu tingkat pengetahuan, persepsi terhadap urgensi dan daya tarik bidang oseanografi, serta minat siswa dalam kegiatan lanjutan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi yang diukur. Tingkat pengetahuan siswa pada kategori Sangat Mengetahui meningkat dari 2% menjadi 71%, sementara kategori Tidak Mengetahui menurun dari 87% menjadi 7%. Persepsi siswa terhadap urgensi bidang oseanografi menunjukkan peningkatan kategori Sangat Perlu dari 11% menjadi 73%. Selain itu, minat siswa pada kategori Sangat Tertarik meningkat dari 9% menjadi 69%. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan edukatif berbasis interaksi dan praktik sederhana efektif dalam meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan motivasi siswa terhadap bidang kelautan, serta berpotensi menjadi model pengenalan ilmu dan karier kelautan di tingkat sekolah menengah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aguilera, D., & Ortiz-Revilla, J. 2021. STEM vs. STEAM Education and Student Creativity: A Systematic Literature Review. Educ. Sci., 11, 331. https://doi.org/10.3390/educsci11070331

Ardoin, N. M., Bowers, A. W., & Gaillard, E. (2020). Environmental education outcomes for conservation: A systematic review. Biol. Conserv, 241, 108224. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108224

Arifin, U. K., Supriyatin, S., & Isfaeni, H. (2025). Improving student’s marine literacy and science process skills through STEM-based discovery learning. Research and Development in Education (RaDEn), 5(1), 463–474. https://doi.org/10.22219/raden.v5i1.39726

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dahuri, R. (2003). Keanekaragaman Hayati Laut: Aset Pembangunan Berkelanjutan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Firdaus, M. 2019. Potensi dan tantangan pembangunan ekonomi maritim Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, 6(1): 1-16.

Furco, A. (2010). The engaged campus. Journal of Higher Education Outreach and Engagement, 14(1), 7–28.

Garrison, T. (2017). Oceanography: An Invitation to Marine Science. Boston: Cengage Learning.

Gross, M. G., & Gross, E. V. S. 2012. Oceanography: A view of the earth (10th ed.). Pearson Education.

Indrawati, D.R. & Yuliantoro, D. 2022. Peran Penyuluh Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Kirk Daerah Aliran Sungai. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA). 6 (1): 130-141.

IOC-UNESCO. (2017). Ocean Science for Sustainable Development. Paris: UNESCO Publishing.

Irawan, B., & Hindrasti, N. E. K. (2018). Framework literasi kelautan sebagai acuan pembelajaran sains di negara maritim. Pedagogi Hayati: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi, 2(1). https://doi.org/10.31629/ph.v2i1.413

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). (2019). Rencana Pembangunan Kelautan dan Perikanan Nasional. Jakarta: KKP.

Kolb, D. A. (2015). Experiential learning: Experience as the source of learning and development (2nd ed.). Pearson Education.

Kosilah & Septian. 2020. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Assure Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta didik. Jurnal Inovasi Penelitian, 1141.

Leitão, R., Yao, S., & Guimarães, L. (2025). An augmented reality board game to work ocean literacy dimensions. Education and Information Technologies, 30, 19245–19268. https://doi.org/10.1007/s10639-025-13519-3

Maltese, A. V., & Tai, R. H. 2014. The impact of elementary students’ participation in hands-on science activities on their attitudes toward science. Journal of Science Education and Technology, 23(1): 92-104

Mittag, J. 2017. Oceanographic instrumentation: A beginner's guide. Springer.

Pradilia, A.D., Sudirman, A.A., & Idris, W. 2024. Edukasi Lingkungan Pesisir: Mengasah Kepedulian Generasi Muda Terhadap Ekosistem Laut di SMP Negeri 1 Gorontalo. MALLOMO: Journal of Community Service. 5 (1): pp 503-509

Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223–231.

Purwanto, E., Susilo, B., & Hadi, S. 2020. Peningkatan minat siswa SMA terhadap karir di bidang kelautan melalui program edukasi maritim. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 7(2): 150-159

Rahmawati, D., Setiawan, A., & Lestari, S. 2021. Peran kegiatan pengabdian masyarakat dalam meningkatkan literasi sains siswa. Jurnal Inovasi Pembelajaran Sains, 3(1): 45-52

Smith, K., & Hill, J. 2019. Defining the Nature of Blended Learning through Its Depiction in Current Research. Higher Education Research & Development. 38: 383-397. https://doi.org/10.1080/07294360.2018.1517732

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Supriharyono & Krisanti, R. A. 2018. Persepsi siswa SMA terhadap pentingnya ilmu kelautan dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmu dan Aplikasi Kelautan, 6(1): 23-30

Suryanita, Y. (2018). Penerapan Metode Diskusi dan Tanya Jawab untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sains dan IPS. Suara Pendidik: Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, Sains, dan Humaniora: 322-323.

Sverdrup, H.U., Martin, W., Johnson & Richard, H. Fleming (1942) The Oceans, Their Physics, Chemistry, and General Biology. New York: Prentice-Hall.

Widoyoko, E. P. (2017). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yolanda, A., Sihotang, M., Zebua, J. A., Hutasoit, M., & Sinaga, Y. L. (2024). Strategi pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Pragmatik: Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan, 2(3), 301–308.

Downloads

Published

12/28/2025

How to Cite

Nur, M., Barus, B. S., Agustriani, F., Diansyah, G., Purwiyanto, A. I. S., Ningsih, E. N., … Utami, R. T. (2025). Penguatan Literasi Kelautan Melalui Edukasi Oseanografi dan Instrumentasi Kelautan pada Siswa Sekolah Menengah Atas. Journal of Community Development, 6(3), 1248–1259. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1886

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.