Penerapan Strategi Ansambel Angklung Sebagai Cara Optimalisasi Interaksi Sosial Siswa Inklusi

Authors

  • Dwi Lestari Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Jaeni Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
  • Yahfenel Evifussalam Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1798

Keywords:

Ansambel Angklung, Interaksi Sosial, Siswa Inklusi

Abstract

Studi ini bertujuan agar dapat melakukan analisis terhadap strategi pembelajaran ansambel angklung dalam menaikkan interaksi sosial siswa inklusi di SMP Negeri 2 Parung, dengan fokus pada proses, strategi, dan perkembangan sosial siswa. Studi ini menerapkan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal, dan publikasi relevan. Teori serta konsep yang melandasi studi ini yaitu pembelajaran ansambel angklung, proses interaksi sosial, strategi serta pendekatan berdasarkan teori interaksi sosial, peran teman sebaya, orangtua maupun guru. Studi ini disusun dengan menerapkan metode studi literatur Teknik pengumpulan data yang dipakai berupa buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lain yang berkaitan dengan topik penelitian.Temuan menunjukkan bahwa interaksi sosial terbentuk secara efektif melalui komunikasi intensif, proses pembelajaran, dan dinamika kelompok teman sebaya. Meskipun terdapat faktor penghambat berupa penolakan sosial dan konflik, faktor penunjang misalnya penerimaan sosial serta manajemen sekolah yang baik lebih dominan. Implikasi utama dari strategi ini adalah terbentuknya empati, kerjasama tim, serta peningkatan prestasi siswa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abril, C. R., & Gault, B. M. (2018). Music education and cultural identity. Music Education Research, 20(3), 245–259.

Alhakiki, A., & Desyandri. (2019). Peran seni musik bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar. Edukati f: Jurnal Ilmu Pendidikan, 1(3), 210–214. https://doi.org/10.31004/edukatif.v1i3.49

Barrett, M. S. (2016). Collaborative music learning. International Journal of Music Education, 34(3), 336–350.

Biasutti, M. (2015). Pedagogical applications of collaborative music making. Educational Research Review, 15, 1–12.

Chasanah, I. (2018). Metode Pembelajaran untuk Mengembangkan Sosial Emosional Anak di TK Aisyiyah Sidoharjo Klaten. BUANA GENDER: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 3 (2). https://doi.org/10.22515/BG.V3I2.3289.

Chasanah, U. (2018). Pembelajaran musik untuk penguatan karakter siswa inklusi. Jurnal Pendidikan Seni, 10(2), 85–94.

Darrow, A. A. (2016). Music and students with special needs. General Music Today, 29(3), 12–16.

Dewi, R., Suryani, N., & Hidayat, T. (2024). Collaborative learning in inclusive music education. Jurnal Pendidikan Khusus, 20(1), 45–58.

Elliott, D. J. & Silverman, M. (2014). Music matters. Philosophy of Music Education Review, 22(1), 1–25.

Florian, L. (2015). Inclusive pedagogy in action. Cambridge Journal of Education, 45(1), 1–15.

Gillies, R. (2016). Cooperative learning: Review of research. Australian Journal of Teacher Education, 41(3), 39–54.

Gumilar, T. (2024). Angklung Sebagai Media Pembelajaran Musik dalam Pendidikan Anaka Usia Dini. Jurnal Pendidikan Seni, 7(1)Juni. ISSN: 2620-8598.

Hallam, S. (2015). The power of music. International Journal of Music Education, 33(2), 269–287

Hill, S., & Hill, T. (1993). The collaborative classroom. Educational Leadership, 50(7), 34–39.

Jannah, M. & Darmawanti, I. (2004). Tumbuh Kembang Anak Usia Dini & Deteksi Dini pada Anak Berkebutuhan Khusus. Surabaya: Insight Indonesia.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (2014). Cooperative learning in music education. Journal of Educational Psychology, 106(3), 841–855.

Kasmiran, M. (2008). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Malang: UIJ Press.

Kirschner, S., & Tomasello, M. (2010). Joint music making and social bonding. Evolution and Human Behavior, 31(5), 354–364.

Laal, M., & Ghodsi, S. M. (2012). Benefits of collaborative learning. Procedia – Social and Behavioral Sciences, 31, 486–490.

Lestari, D. (2016). Pembelajaran vocal sebagai cara menyempurnakan interaksi social siswa autis asperger di purwacaraka music studio bungur. Unpas: Fakultas Seni Musik,Bandung.

Nisa, A., et al. (2018). Pembelajaran kolaboratif dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan, 19(2), 101–110.

Nisfa, K., et al. (2022). Musik sebagai media pembelajaran inklusif. Jurnal Pendidikan Inklusi, 6(1), 33–44.

Nordentoft, H. M., & Wistoft, K. (2013). Collaborative learning in education. European Educational Research Journal, 12(3), 410–425.

Nurwanti, T. N., Bahtiar, R. Z. (2024). Kajian Literatur Tentang Manfaat Media Pembelajaran Poster Pada Tema “Benda Disekitar Ku” Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas III Di SDN Dukung Kupang 5 Surabaya. Jurnal Pendidikan Dasar. 9(1) April.

Nuriza, K. I. (2023). Interaksi Sosial Antara Siswa Reguler Dengan Berkebutuhan Khusus Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar. EBTIDA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam. Volume 03, No. 2, Desember 2023.

Ockelford, A. (2013). Music, language and autism. Research Studies in Music Education, 35(1), 3–17.

Price, H. E., & McPherson, G. E. (2017). Learning in music ensembles. Psychology of Music, 45(4), 558–573.

Rahayu, S., et al. (2024). Project-based collaborative learning in higher education. Jurnal Pendidikan Tinggi, 15(1), 22–35.

Rickard, N. S., et al. (2013). Music participation and social development. Journal of Adolescence, 36(1), 89–99.

Salma, Q. A., Najibah , F., & Zulfadewina. (2025). Pendidikan Inklusi di SDN Ciracas Jakarta Timur: Tantangan dan Implementasi di Sekolah. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(2), 20. https://doi.org/10.47134/pgsd.v2i2.1373.

Slavin, R. E. (2015). Cooperative learning and achievement. Educational Psychology Review, 27(3), 1–18.

Sudaryanto. (2010). Interaksi Sosial. Alprin : Semarang.

Puri, T. D., Aprianti, Y. N. & Budiman, N. (2025). Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Melalui Pendekatan Kolaboratif: Sebuah Kajian Pembelajaran Angklung Dalam Persprektif Pedagogik. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 10 Nomor 01.

UNESCO. (2017). A guide for ensuring inclusion and equity in education. UNESCO.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.

Winner, E., Goldstein, T. R., & Vincent-Lancrin, S. (2013). Art for art’s sake? The impact of arts education. OECD Publishing.

Downloads

Published

12/22/2025

How to Cite

Lestari, D., Jaeni, & Evifussalam, Y. (2025). Penerapan Strategi Ansambel Angklung Sebagai Cara Optimalisasi Interaksi Sosial Siswa Inklusi. Journal of Community Development, 6(2), 964–976. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1798

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.