Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital dan Pemahaman Kritis atas Algoritma Media Sosial Bagi Para Santri di Pondok Pesantren Belitung

Authors

  • Rahayu Rahmadini Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
  • Arifah Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
  • Amrullah Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
  • Jauharotul Maknunah Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung
  • Serly Arsita Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i3.1862

Keywords:

Moderasi Beragama, Literasi Digital, Algoritma Media Sosial

Abstract

Pengaruh media sosial yang semakin masif membawa tantangan baru bagi penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda. Algoritma media sosial yang bekerja melalui personalisasi konten berpotensi mempersempit wawasan pengguna, memperkuat bias, munculnya sikap eksklusif dan intoleran melalui fenomena filter bubble dan echo chamber. Kondisi ini menjadi semakin krusial di tengah masyarakat multikultural seperti Belitung, khususnya bagi generasi muda dan santri sebagai agen perubahan dan pendakwah digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat moderasi beragama melalui literasi digital dan pemahaman kritis terhadap algoritma media sosial bagi generasi muda di Belitung. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan workshop, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui workshop moderasi beragama, literasi digital, dan pemahaman algoritma media sosial yang melibatkan santri Pondok Pesantren di Belitung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep moderasi beragama, meningkatnya kesadaran literasi digital, serta kemampuan kritis dalam menyikapi konten keagamaan di media sosial dan memahami bahwa algoritma media sosial tidak bersifat netral dan berpotensi memengaruhi pola konsumsi informasi keagamaan. Kegiatan ini berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang lebih kritis, moderat, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan media sosial, sekaligus memperkuat ekosistem digital yang toleran dan inklusif di tingkat lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdillah, M. (2020). Moderasi Beragama: Konsep, Nilai, dan Implementasinya di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Aini, N. (2021). Moderasi beragama di era digital. Jurnal Studi Keislaman, 9(1), 55–70.

Archambault, S. G., et al. (2024). Ethical dimensions of algorithmic literacy for college students. Journalism & Mass Communication Quarterly.

Bakshy, E., Messing, S., & Adamic, L. A. (2015). Exposure to ideologically diverse news and opinion on Facebook. Science, 348(6239), 1130–1132. https://doi.org/10.1126/science.aaa1160

Cinelli, M., Morales, G. D. F., Galeazzi, A., Quattrociocchi, W., & Starnini, M. (2021). The echo chamber effect on social media. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(9), e2023301118. https://doi.org/10.1073/pnas.2023301118

Eslami, M., et al. (2015). Reasoning about invisible algorithms in the news feed. Proceedings of the SIGCHI Conference on Human Factors in Computing Systems.

Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York, NY: John Wiley & Sons.

Haryanto, J. T. (2021). Moderasi beragama di era digital: Tantangan dan strategi. Jurnal Komunikasi Islam, 11(2), 123–138.

Hidayat, D. N., & Nurhadi, Z. F. (2021). Media sosial dan tantangan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 1–15.

Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. Washington, DC: Aspen Institute.

Kementerian Agama Kabupaten Belitung. (2023). MAN 1 Belitung gelar sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. https://www.kemenagkabbelitung.id

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Roadmap penguatan moderasi beragama 2020–2024. Jakarta: Kementerian Agama RI.

Livingstone, S. (2004). Media literacy and the challenge of new information and communication technologies. The Communication Review, 7(1), 3–14. https://doi.org/10.1080/10714420490280152

Min, S.-J., et al. (2019). Charting social media users’ responses to news filtering. Journal of Broadcasting & Electronic Media.

Mubarok, A., & Rustam, D. (2018). Islam Nusantara: Moderasi Islam di Indonesia. Journal of Islamic Studies and Humanities, 3(2), 153–168. https://doi.org/10.21580/jish.32.3160

Nasrullah, R. (2017). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Noble, S. U. (2018). Algorithms of oppression: How search engines reinforce racism. New York, NY: NYU Press.

Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the Internet is hiding from you. New York, NY: Penguin Press.

PWNU Bangka Belitung. (2023). Halaqoh edukasi cegah radikalisme berbasis kultur pesantren di Belitung Timur. Babel Pos. https://babelpos.disway.id

Rahmawati, D. (2018). Risiko polarisasi algoritma media sosial: Kajian terhadap kerentanan sosial dan ketahanan bangsa. Jurnal Kajian Lemhannas RI, 33(1), 44–56.

Riady, Y. (2022). Perilaku pencarian informasi dan literasi kesehatan digital mahasiswa. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 7(2), 101–115.

Saftra, E. (2025, 19 Februari). Memahami cara kerja algoritma media sosial. Radio Republik Indonesia. https://www.rri.co.id/iptek/1333911/memahami-cara-kerja-algoritma-media-sosial

Saifuddin, A. (2020). Literasi media digital dalam menangkal radikalisme keagamaan di media sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 153–172.

Samovar, L. A., Porter, R. E., & McDaniel, E. R. (2010). Communication between cultures (7th ed.). Boston, MA: Wadsworth Cengage Learning.

Setyaningsih, R., Abdullah, A., & Prihantoro, E. (2019). Model penguatan literasi digital melalui pemanfaatan e-learning. Jurnal Aspikom, 3(6), 1200–1214. https://doi.org/10.24329/aspikom.v3i6.333

Sunstein, C. R. (2017). #Republic: Divided democracy in the age of social media. Princeton, NJ: Princeton University Press.

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113

Tufekci, Z. (2015). Algorithmic harms beyond Facebook and Google: Emergent challenges of computational agency. Colorado Technology Law Journal.

UNESCO. (2018). A global framework of reference on digital literacy skills (UIS/2018/No. 51). Paris: UNESCO Institute for Statistics.

UNESCO. (2018). Media and information literacy: Policy and strategy guidelines. Paris: UNESCO Publishing.

Web Foundation. (2017). Algorithms and accountability: A primer. Web Foundation.

Wibowo, A. (2021). Dakwah digital dan moderasi Islam di era disrupsi. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(2), 221–236.

Downloads

Published

01/15/2026

How to Cite

Rahmadini, R., Arifah, Amrullah, Jauharotul Maknunah, & Serly Arsita. (2026). Penguatan Moderasi Beragama Melalui Literasi Digital dan Pemahaman Kritis atas Algoritma Media Sosial Bagi Para Santri di Pondok Pesantren Belitung. Journal of Community Development, 6(3), 12. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i3.1862

Issue

Section

Articles

Categories

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.