Pemberdayaan Komunitas Film melalui Pengembangan LMS Bee-Scinemas untuk Pembelajaran Pembuatan Film Lokal di Banyumas Raya

Authors

  • Tri Adi Sumbogo Universitas Bina Nusantara
  • Yosef Dedy Pradipto Universitas Bina Nusantara
  • Muslikhin Universitas Bina Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1824

Keywords:

Asset-Based Community Development, Banyumas Raya, Pembelajaran Digital, Pendidikan Film, Learning Management System (LMS)

Abstract

Makalah ini menjelaskan pengembangan dan implementasi Sistem Manajemen Pembelajaran/Learning Management System (LMS) berbasis web untuk mendukung pendidikan film yang inklusif dan berkelanjutan bagi siswa di pedesaan Banyumas Raya, Indonesia. Inisiatif ini muncul sebagai tanggapan atas tantangan yang dihadapi oleh komunitas film lokal, termasuk akses terbatas ke pendidikan formal, kurangnya infrastruktur digital, dan sumber daya pelatihan yang tidak memadai. Program ini bertujuan untuk memberdayakan siswa dan fasilitator dengan mengintegrasikan modul film yang dikembangkan secara lokal, desain partisipatif, dan pengembangan kapasitas ke dalam satu platform digital. Pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset memandu semua tahap, mulai dari pemetaan aset dan keterlibatan pemangku kepentingan hingga desain kolaboratif dan pengujian percontohan LMS. Sistem yang dibangun di atas platform MOODLE ini disesuaikan dengan kebutuhan dan keterampilan digital anggota komunitas dan dirancang untuk menampung konten modular, mendukung pembelajaran kelompok, dan memungkinkan pelacakan kemajuan waktu nyata. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterlibatan siswa, partisipasi digital, dan jumlah kelompok produksi film yang dipimpin oleh pemuda. Data survei menunjukkan minat yang kuat dalam pendidikan film di kalangan pemuda pedesaan dan preferensi untuk pilihan pembelajaran jangka pendek, fleksibel, dan dapat diakses. LMS juga berkontribusi untuk memperkuat jaringan pengetahuan lokal dan mempromosikan pelestarian warisan budaya dan linguistik melalui film. Hasil survei terhadap 239 pelajar di 4 (empat Kabupaten) menunjukkan bahwa 54,8% pelajar menyatakan setuju bahwa LMS Bee-Scinemas.ID bermanfaat bagi pelajar untuk mempelajari pembuatan film komunitas. Temuan ini menunjukan efektivitas platform pembelajaran daring tersebut bagi perfilman pelajar. Meskipun tantangan tetap ada dalam infrastruktur dan literasi digital, program ini menunjukkan bahwa model partisipatif, berbasis aset, dan didukung teknologi dapat secara efektif mendorong pendidikan berbasis masyarakat dan pemberdayaan budaya di daerah pedesaan. Rekomendasi ditawarkan untuk inisiatif masa depan yang bertujuan untuk memperluas pendidikan kreatif digital dalam konteks yang sama.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anisa, N. (2021). Fintech Peer to Peer Lending as Approach to Encourage Economic Inclusion for Rural Communities in Indonesia. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.3846900.

Aprilisa, E., & Kartowagiran, B. (2022). Teachers in Rural Area of Java Utilize Free Digital Platforms During COVID-19 Pandemic. In Advances in Social Science, Education and Humanities Research. 5th International Conference on Current Issues in Education (ICCIE 2021). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220129.029.

Barry, S., Made, P., Dwi, M., & Suparno, T. S. (2022). Continuity of resistance: Indigenous participatory concepts in Purbalingga rural cinema culture. International Journal of Visual and Performing Arts, 4(1), 27–38. https://pubs2.ascee.org/index.php/viperarts/article/view/658

Budiarto, B. W., Karyadi, S., Wasiran, W., Pratiwi, R., & Irwan, D. (2024). Improving Digital Literacy of Village Communities in Indonesia through Information Technology-Based Community Service Programs. Unram Journal of Community Service, 5(3), 267–271. https://doi.org/10.29303/ujcs.v5i3.716.

Dwanoko, Y., Ba’diya Kusufa, R., & Firdaus, R. (2022). Implementasi Mbkm Dalam Bentuk Pelatihan E-Commerce Untuk Mewujudkan Digital Ekonomi Masyarakat Di Desa Druju Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang. Jurnal ABM Mengabdi, 9(01), 60 - 69. https://doi.org/10.31966/jam.v9i01.1041.

Festival film Purbalingga (2022). Konsolidasi dan Penguatan Komunitas Film Banyumas Raya. diakses dari https://festivalfilmpurbalingga.id/konsolidasi-dan-penguatan-komunitas-film-banyumas-raya/ terbit 28 November 2022

Kaur‐Gill, S., & Dutta, M. J. (2017). Digital Ethnography. In The International Encyclopedia of Communication Research Methods (pp. 1–10). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118901731.iecrm0271.

Kretzmann, J. P., & McKnight, J. L. (1993). Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. ACTA Publications.

Kurnia, N. (2019). Young, creative, and independent: Cinema Lovers Community Purbalingga and its strategies to enliven independent filmmaking in Indonesia. In L. Lim & H. K. Lee (Eds.), Routledge handbook of cultural and creative industries in Asia (1st ed., pp. 296–307). Routledge.

Mani, L., Mahestu, G., Sari, M. D., & Sumbogo, T. A. (2019). Citizen journalism and village empowerment at Cangkudu Village, Tengerang Banten-Indonesia. ICCD, 2(1), 239–244.

Nugroho, Y. E., Mardikantoro, H. B., Widagdo, S., Utomo, A. P. Y., Eralita, N., & Astuti, T. (2025). Pemberdayaan komunitas film Kampung Film Bulusari melalui pelatihan penulisan skenario dan produksi film pendek. POTENSI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(3), 28–41. https://doi.org/10.61689/potensi.v2i3.44

Penabulu. (2023). Penguatan kelembagaan Yayasan Gairah Sinema Muda. Penabulu Foundation.

Purnama, A., & Prasetyo, F. A. (2023). Creative is not always lucrative: How grassroots film communities defy the “creativisation of culture” in post-authoritarian Indonesia. Continuum, 37(1), 1–16. https://doi.org/10.1080/10304312.2023.2185572

Sumbogo, T. A. (2024). Kepemimpinan akar rumput dalam dinamika perubahan sosial (Sebuah pembelajaran dari praktik perfilman independen di Banyumas Raya). In S. Robert & E. Adventi (Eds.), Dokter-dokter kecil di pedalaman Papua dan kepemimpinan akar rumput (pp. 41–57). Perkumpulan Amerta & PMKRI. https://www.amerta.or.id/2023/07/31/2123/dokter-dokter-kecil-di-pedalaman-papua-dan-kepemimpinan-akar-rumput.php

Sumbogo, T. A., & Mutmainnah, N. (2022). Filmmaking and critical pedagogy amongst youth as cultural empowerment in Banyumas, Indonesia. The Indonesian Journal of Southeast Asian Studies, 5(2), 113–133.

Sumbogo, T. A., Robert, S., & Adventi, E. (2024). Kepemimpinan akar rumput dalam dinamika perubahan sosial (sebuah pembelajaran dari praktik perfilman independen di Banyumas Raya). In S. T. A. Sumbogo, S. Robert, & E. Adventi (Eds.), Dokter-dokter kecil di pedalaman Papua dan kepemimpinan akar rumput (pp. 41–57). Perkumpulan Amerta.

Sumbogo, T.A (2024). Aktivisme Kultural Perfilman Independen Banyumas (Studi Multi Kasus Komunitas Film Purbalingga, Cilacap, Dan Kebumen), Disertasi, Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Depok

Wicaksono, W. M. (2023, January 16). Jalan panjang Festival Film Purbalingga. Kompas.id.

Yayasan Gairah Sinema Muda. (2024a). Modul pelatihan produksi film komunitas Banyumas Raya: Film dokumenter. Yayasan Gairah Sinema Muda.

Yayasan Gairah Sinema Muda. (2024b). Modul pelatihan produksi film komunitas Banyumas Raya: Film fiksi. Yayasan Gairah Sinema Muda.

Downloads

Published

12/18/2025

How to Cite

Sumbogo, T., Pradipto, Y., & Muslikhin. (2025). Pemberdayaan Komunitas Film melalui Pengembangan LMS Bee-Scinemas untuk Pembelajaran Pembuatan Film Lokal di Banyumas Raya. Journal of Community Development, 6(2), 875–887. https://doi.org/10.47134/comdev.v6i2.1824

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.